Almond Pheuz, Dadjal (2012)
๐๐ฅ๐ฆ๐จ๐ง๐ ๐๐ก๐๐ฎ๐ณ, ๐๐ฅ๐๐ฎ๐ฆ ๐๐๐๐ฃ๐๐ฅ ๐๐๐๐
๐ญ๐๐๐๐๐ ๐ช๐ซ, ๐น๐๐๐๐ ๐ด๐๐ 2011
Record : Paviliun Studio
Label : Independen
Ter-arsip di Encyclopaedia Metal Archive
Album Dadjal 2012 Almond Pheuz ini berisi 12 trek dengan tema kematian, refleksi moral, dosa, dan kekosongan batin. Dirilis secara independen, lagu-lagu seperti Harapan Yang Sirna, Jatuhnya Hari Akhir, dan Sujud Anak Durhaka membuka album dengan nuansa reflektif dan tekanan batin yang dalam: ini bukan cerita tentang perang atau epik fantasi, tapi pergulatan jiwa dalam realitas pahit hidup. eksplorasi rasa kehilangan, penyesalan, dan individualisme yang hancur.
Secara produksi, album ini terasa cukup solid untuk Rilisan Lokal, karya yang kuat secara emosional dan konseptual. Meskipun produksi dan eksposurnya masih tergolong indie, album ini merupakan jejak penting di skena metal Indonesia terutama bagi penggemar genre gothic/symphonic.
Lagu Dadjal bukan sekadar title track dari album Dadjal 2012, melainkan sebuah manifesto musikal: gelap, menekan, dan sarat peringatan. Secara lirik, “Dadjal” tidak terjebak pada tafsir literal. Sosok Dajjal dimaknai bukan sekadar simbol apokaliptik, bukan figur—ia adalah kondisi mental, wabah sosial, kebohongan yang dipoles kebenaran, kekuasaan yang menipu dan refleksi dari kerakusan manusia sendiri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar